Budilisnt's Blog

Posted on: April 6, 2010

Posted on: April 6, 2010

Posted on: April 6, 2010

pemandangan yang mengasikan di ujung selatan kota bandung yang masih asri

POLA FILSAFAT ABU BAKAR ZAKARIA AL ROZI

  1. A. BIOGRAFI ALROZI

Nama lengkapnya adalah abu bakar Muhammad ibn zakaria al rozi di lahirkan di Ray (Teheran) pada bulan syaban tahun 250 H/ 864 M. semasa kecil beliau belajar kedokteran kepada Ali bin Raban athabari dan  ilmu filsafatnya kepada Al balkhi.

Al rozi merupakan seorang yang ahli dalam bidang kedokteran dan kimia, bahkan kepintarannya telah teruji sewaktu pemilihan tempat untuk mendirikan  rumah sakit bagdad dengan menggunakan media daging sebagai alat untuk mendeteksi tempat yang seteril dari kuman. Pada masa kerjanya al rozi merukan seorang dokter yang berhati mulia dan ramah, dan tak jarang al rozi memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat  di wilayah ray. Kemudian karena kebesaran nama  yang  terdengar kepada teling khalifah maka Al rozi diangkat menjadi  kepala rumahsakit yang ada di bagdad selama enam tahun.  Dan setelah berakhir  mengabdikan diri sepenuhnya di rumahsakit bagdad kemudian beliau pulang kembali kedaerah asalnya yaitu ray, di sana beliau mengajar di mesjid   yang di sebut dengan halaqoh. Selain mengajar  beliau juga menulis dan mengkaji kitab-kitab , menurut ibnu Nadhim, al rozi telah mengarang bukunya sebanyak 232, yang mayoritas karyanya yaitu mengenai kedokteran, ilmu yang berhubungan dengan logika, fisika, metafisika, ketuhanan,  ilmu mata,  biologi, kimia dan arsitektur.

Karya-karya yang terkenal dari al rozi adalah

  1. al asrar yang mengupas tentang  bidang kimia yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa latin oleh geard of cremon.
  2. Al hawi, ensiklopedi kedokteran yang masih di pakai sampai abd ke 16 di eropa.
  3. Al mansyuri liber al mansori, mengenai doktrin kedokteran
  4. Al jidar wa al hasbah, analisis penyakit cacar dan campak.
  5. Al  tibb al ruhani, pemikiran komprehensip fisafat.
  6. Sirah al falsyafiah, karangan soal sejarah filsafat.
  7. Amarah aqbal al daulah
  8. Kitab al ladzah
  9. Kitab ilmu ilahi

10. Maqolah pima ba’da.

  1. PEMIKIRAN AL RIZI

Al rozi merupakan seorang ahli filsafat yang rasional murni, ini di latar belakangi oleh keahlianya dalam bidang kedokteran , memerlukan pemikiran yang rasional dalam menangani berbagai penyakit sehingga pola pemikiran dari al rozi  lebih mengedepankan akal pikian ketimbang wahyu. Seperti yang tertuang dalam pengantar kitab atthib aruhani al Rozi menulis sebagai  berikut;

“ tuhan segala puji baginya yang telah memberikan kita akal agar denganya kita dapat memperolehsebanyak-banyaknya manfaat, inilah karunia terbaik tuhan kepada kitadengan akal kita melihat segala yang berguna bagi kita dan yang membuat hidup kita baik, dengan akal kita dapat mengeahui, yang gelap, yang jauh, dan yang tersembunyi dari kita. Dengan akalpula, kita memperoleh pengetahuan tentang  tuhan  satu pengetahuan  tertinggi yang kita peroleh.”

Dalam hal ini Al Rozi berkeyakinan bahwa akal  merupakan alat penentu, puat pengendali, dan pemberi perintah kepada manusia untuk berbuat baik. Al rozi memiliki kecenderungan empiric untuk memahami seluruh aspek filsafat, study penelitian kedokteran dapat  membantu  Al Rozi dalam menentukan methode  yang kuat untuk dijadikan pondas,i demikian filsapat secara menyeluruh.

Dalam hal ini Al Rozi mengklaim bahwa kedokteran bersandar kepada pilsafat dengan asumsi, praktik yang baik hanya akan lahir dari pemikiran bebas, tidak hanya disiplin kedokteran. Filsafat Al rozi merupakan cerminkan  Ariestoteles. Hal ini dapat dilihat dari karyanya yang menyatakan tentang jiwa sebagai subtansi dan akal sebagai piranti jiwa  seperti yang telah di lontarkanya. Bahkan al rozi juga sebagai orang yang menentang terhadap filsafat umat islam awal, menurutnya , untuk menjadi seorang ahli filsafat tidak harus masuk kedalam sebuah sekte atau mazhab tertentu, dan tidak perlu berlebihan dalam mencontoh tindakan atau gagasan si pemimpin sekte atau madzhab.dalam artian al rozi membuang jauh-jauh  sakralisme filsafat. Menurutnya lagi seoraang boleh belajar terhadap orang pendahulunya dan bukan berarti ia tidak bisa melampaui gurunya,  itulah pandangan Al rozi dalam memahami kebebasan dalam berpikir yang mempunyai tempat sangat luas.

Al rozi berkeyakinan bahwa setiap filosof dari berbagai aliran dan ragam pemikiran merupakan orang yang kreatif aktiv, dan giat dalam melakukan   ijtihad. Kajian fisafat merupakan permasalahan yang sangat pelik. Seperti para pengkritik filsafat sebelumnya  dan sesudahnya  al rozi menilai bahwa perselisihan dalam filsafat bukan merupakan tempat ideal  untuk berseminya ilmu pengetahuan, perselisihan merupakan sebuah skandal  yang menunjukan nihilitas tanggung jawab intelektual.  Atas dasar inilah al rozi memilih kebebasan dalam berpikir sebagai jalan pengetahuanya  dari pada consensus, pemikiran bebas di jadikan sebagai kunci untuk pembebasan jiwa. Meskipun pemikiran bebas tidak mustahil namun terasa sulit untuk mencapai pada konflik final. Jadi al rozi beranggapan bahwa manusia tidak membutuhkan pemimpin atau pembibing dalam menunjukan jalan hidupnya.dan saat di Tanya mengenai imam dalam kasus agama wahyu Al rizi menjawab; bagai mana  mungkin seseorang dapat berpikir secara filsafat  islam, sedangan ia mengikatkan diri kepada cerita-cerita kuno yang di tetapkan atas dasar kontradiksi, kebodohan  yang membandel dan dogmatis.

  1. METAFISIKA AL ROZI

Pola pemikiran al rozi mengenai pemahaman metafisikan saat ini masih kontoversi dan menjadi perdebat para ahli filsafat , seperti karyanya berjudul fi ma ba’da thabi’ah merupakan karya yang tersusun dari tisa pokok utama ;

  1. Pembahasan alam
  2. Pembahasan janin
  3. Pembahasa kekekalan gerak.

Dalam karyanya itu al rozi menolak terhadap pendapat yang menyebutkan bahwa alam ini merupakan subjek utama dalam perinsip gerak. Metafisika yang di gagas oleh Al rozi di dasarkan kepada lima perkara yang immortal. Keyakinan ini di kenal dengan “ lima kekal “. Menurut al rozi ada lima perkara yang tidak akan musnah yaitu;

  1. Allah ta’ala
  2. Jiwa universal
  3. Materi pertama
  4. Ruang absolute
  5. Masa absolute

Dalam pandangan dan keyakinan Al rozi  dua perkara  yang kekal dan pertama hidup dan aktip. Perkara ke tiga tidak hidup dan pasif, dua berikutnya tidak hidup dan tidak aktif. Dalam bidang waktu al rozi tidak menyamakan dengan keberlangsungan, menurutnya waktu bisa saja terperangkap dalam angka yang menyebabkan waktu menjadi berawal dan tidak pula berakhir. Sedangkan keberlangsungan ( dahr ) tidak berawal dan tidak pula berahir. Imortalitas masa mengandaikan juga immortalitas ruang tempat peristiwa di selenggarakan.

Tentang ketuhanan,  al rozi meyakini bahwa kesempurnaan  dan kebijaksanaan tiada ragu baginya. Al rozi mengatakan bahwa tuhan  adalah pencipta sekaligus  pengatur segala alam , jika tuhan berkehendak maka tiada yang mampu untuk menolakya. Kesempurnaan tuhan meliputi universal dan particular. Berdasrkan ilmunya yang tak terbatas tuhan mengetahui bahwa ruh membutuhkan kesenangan ragawi. Atas dasar ini tuhan merestui hubungan antara ruh dengan materi dan mengatur oleh  hubungan yang berpotensi mengarah kesempurnaan.

Dalam penciptaan alam al rozi berpendapat bahwa alam ini  diciptkan bukan dari benda yang tidak ada tetapi dari materi yang sudah ada kemudian di susun menjadi benda yang di sebut dengan alam. Walau pun demikian al rozi tidak mengelompokan alam keadam hal yang tidak akan musnah.  perkara ke dua yang immortal adalah jiwa yang universal, menurut al rozi bahwa setiap benda baik yang bergerak maupun yag tidak bergerak semunya itu memiliki jiwa.  Jiwa yang telah bersatu dengan materi sehingga tidak akan abadi, ketika tuhan mempersatukan jiwa dan materi kemudian tuhan menciptakan pula akal, agar jiwa tidak selamanya berada  dalam tekanan ragawi. Menurut al rozi , tuhan menciptakan akal supaya tidak terperangkap dalam keserakahan. Lebih rinci al rozi menilai bahwa tuhan menciptakan akal untuk menyandarkan jiwa yang terlena dalam raga manusia. Akal berupaya memaksimalkan mungkin meyakikan jiwa bahwa raga bukanlah tempat yang sebenarnya bukan tempat kebahagiaan dan keabadian. Kesenangan dan kebahagiaan hakiki justru hanya dapat di capai dengan meninggalkan tuntutan raga.

Dalam bahasan mengenai materi pertama  ( al hayu al Ula ) adalah subtansi dari atom-atom, tiap atom mempunyai volume yan beraneka, volum berpungsi sebagai pengpul atom-atomdalam perumusan bentu-bentuk. Atom-atom akan kembali berpencar dan kembali pada atom semua tatkala ala mini hancur, dan atom ini akan kekal . untuk argument ini al rozi berpegang kepada dua argument , yang  pertama”  penciptaan alam merupakan bukti kekekalan materi” ke dua” materi di katakana kekal karena sebelumnya  prinsip penciptan alam dari ketiadaan sudah ditinggalkan oleh al rozi”

Mengenai ruang al rozi membagi ruang kedalam dua kelompok besar, ruang universal dan ruang particular, ruang pertama di pahami sebagai ruang mutlak yang tidak berhubungan dengan wujud apapun dan tidak di batasi apapun. Sementara ruang partikuar merupakan ruang nisbi yang senantiasa berhubungan dengan wujud lain yang menempatinya. Ruang ini kan terbatas karena yang menempatinya, tidak semua wujud  memerlukan ruang untuk eksis, maka dari itu al rozi juga percaya kepada keberadaan ruang hampa.

Sedangkan pembaghasan mengenai masa absoulut  masa dipahami sebagai subtansi yang mengalir dan  bersipat kekal. Seperti halnya dalam ruang, al rozi membagi masa dalam dua bagian , yaitu  masa Mutlak ( al dahr ) dan masa relatip,  masa yang mutlak yaitu masa dimana tidak ada awalnya dan tidak berakhir dan bersifat universal. Kekekalan masa ini merupakan konsekwensi dari kekekalan materi, karena materi akan mengalami perubahanya yang memerlukan  masa, maka masa harus kekal.

Tentang jiwa al rozi berpendapat sama denga plato yang berpandangan jiwa dalam diri manusia memiliki tiga elemen yaitu’: bersifat rasionaldan ilahiyah, yang bersifat emosional-kebinaangan, dan dan bersipat vegetative dan penuh sahwat.

  1. KENABIAN DALAM PEMIKIRAN AL ROZI

Al rozi meropakan filosof yang rasionalis murni dan mengandalkan akal pikiran sepenuhnya. Al rozi beranggapan bahwa tuhan telah memberikan anugrah kepada manusia dengan memberikan akal  pikiran, menurut al rozi manusia dengan akalnya dapat mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk sehinga menurut al rozi  peranan nabi tidaklah di perlukan karena akal telah mewakili dari semuanya itu.

Dalam karyanya Naqd al adyan au fi al nubuwah ( kritik-kritik terhadap agama-agama atau kenabian ) al rozi menyatakan bahwa para nabi tidak pantas untuk mengklaim sebagai orang pilihan tuhan yang mempunyai  kelebihan istimewa khusus, baik dari segi kemampuan berpikir maupun dari kecerdasa rohani.  Menurut al rozi semua manusia itu sama, keadilan tuhan serta hikmahnya mengharuskan manusia untuk tiak membeda-bedakan antar manusia.

Berkaca dari perjalanan sejarah kenabian , al rozi melihat bahwa seorang nabi hanya di percaya oleh pengikutnya sendiri dan tidak dianggap oleh umat lain.  Tidak sedikit pula terjadi konflik social yang berasal dari fanatisme para pengikut atas nabi mereka. Al rozi menilai bahwa keberlangsungan agama bukanlah karena keampuhan kenabian melainkan karena tradisi para pengikut dan kepentingan para pemimpin agama yang diperalat oleh agama dan ritual-ritual yang menyilauan mata pengikut-pengikut yang  bodoh.

Alasan yang digunakan al rozi dalam penolakan kenabian adalah sebagai berikut;

  1. Akal dengan segenap kemampuannya sudah cukup memadai untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk yang berguna dan yang tidak berguna.
  2. Akal menolak pengistimewaan seseorang untuk membimbing yang lain dengan alasan semua orang lahir dengan kecerdasan yang sama. Jika kemudian muncul  perbedaan itu hanya karena perkembangan dan pendidikan dan bukan karena pembawaan alamiah.
  3. Para nabi tidak lepas dari pertentangan, jika benar bahwa mereka adalah lisan yang berbicara atas nama tuhan yang sama, mengapa masih terdapat pertentangan di antara mereka.

Selain tema kenabian al rozi juga mengomentri tentang keberadaan kitab suci agama. Seperti injil dan al qur’an. Terhadap Al qur’an Al rozi menolak adanya mukjizat didalamnya baik isi maupun gaya bahasanya.  Menurut al rozi manusia juga bisa menulis kitab seperti injil dan al qur’a yang lebih baik isinya  dan gaya bahasanya lebih indah. Imbas dari penolakan tersebut maka al rozi lebih menghargai terhadap kitab-kitab ilmu pengetahuan seperti,  buku kedokteran, geometri, astronomi dan logika. Dan para penulis ini telah mampu menemukan hal tersebut tanpa bantuan dan bimbingan para nabi.

HAKEKAT BELAJAR

A. PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN.

Belajar adalah kunci yang paling penting dalam setiap usaha pendidikan, sebagai suatu proses, belajar mendapatkan  tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan. Karena demikian pentingnya arti belajar, sehingga banyak sekali ahli Pendidikan  yang mengartikan belajar dari sudut pemahaman yang berbeda.

Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar.  Karena kemampuan berkembang melalui belajar manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya. Akan tetapi banyak sekali contoh tentang perubahan yang terjadi pada manusia dalam perkembangan kehidupanya, itu didasarkan kepada keadaan lingkungan, seperti contoh, anak manusia mempunyai bakat untuk berdiri di atas dua kakinya, namun dalam perkembangany ia dibesarkan oleh seekor serigala di lingkungan hutan otomatis si anak tersebut untuk mengembangkan bakatnya berdiri diatas dua kakinya akan mengalami kesulitan, ia akan menyesuaikan dengan orangtuanya yang mengasuh pada waktu itu yaitu seekor serigala.

Belajar juga merupakan peranan  peting bagi umat manusia di tengah-tengah persaingan yang ketat, di antara bangsa-bangasa yang  lebih maju dalam bidang pendidikan. Tidak sedikit orang yang pintar dengan menggunakan kepintaranya membuat orang menjadi terpuruk bahkan bisa menghancurkan orang lain.bahkan dengan sangat tragis lagi dengan kepintaran mereka bisa membuat senjata pemusnah masal.

Meskipun banyak sekali dampak negatip yang di timbulkan dari belajar tetapi tidak mengurangi nilai dari pengertian belajar.

Selajutnya dalam agama pun belajar merupakan kewajiban bagi setiap orang agar memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam rangka meningkatkan derajat kehidupan mereka. Hal ini dinyatakan dalam al Quran surat Al Mujadalah ayat 11 berbunyi:

“Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang berinam dan berIlmu”

Ilmu disini bukan hanya ilmu agama melainkan seluruh ilmu yang yang relevan dan sesuai dengan tuntutan jaman dan bias  bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan dirinya sendiri.

Dari pemaparan diatas kita bias menarik kesimpulan tentang pengertian belajar derdasarkan pemahaman dan sudut pandang para ahli dalam bidang pendidikan. Namun banyak sekali orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghapalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi / materi pelajaran. Orang yang demikian akan merasa bangga apabila anaknya telah bisa melapalkan  atau menyebutkan kembali dengan lisan. Ada juga orang yang beranggapan belajar itu adalah latihan seperti latihan membaca dan menulis. Berdasarkan persepsi semacam itu mereka akan merasa puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu tertentu walaupun tanpa pengetahuan arti, hakikat, dan tujuan keterampilan terseut.

  • SKINNER seperti di kutip BARLOW ( 1985 ) dalam bukunya Educational psychology : the teaching-leaching  proses, berpendapat bahwa belajar adalah: “ suatu proses adaptasi ( penyesuaian tingkah laku ) yang berlangsung secara progresif. Pendapat ini di ungkap dalan pendapatnya mengenai belajar adalah  “….a process of frogresive behavior adaptasi”.    B.F Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguat ( Reinforcer ).

Skinner, seperti juga Pavlov dan Guthrie, adalah seorang ahli dan pakar dalam bidang teori belajar berdasarkan proses conditioning yang pada prinsifnya memperkuat bahwa timbulnya tingkah laku itu lantaran adanya hubungan antara stimulus ( rangsangan ) dengan respon.

  • Chaplin ( 1972 ) dalam dictionary of psychology membatasi belajar dengan dua rumusan.  rumusan pertama: …..aquisition of any realitifily permanent change in behaviore as  a resultof practice and experience ( belajar adalah perolehan  perubahan  tingkah laku yang relatip menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman ) rumusan ke dua adalah: process  acquaring  resfonces as a result of special  practice ( belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus )
  • Hintzman ( 1978 ) dalam bukunya the psicology of learning and memory berpandapat bahwa learning is a change in organism due to experience wich can effect the organism’s behavior” ( be;ajar adalah suatu perubahan yang terjadia dalam organisasi, manusia atau hewan, disebabkan oleh tingkah laku organisme tersebut )
  • wittig ( 1981 )  dalam bukunya psychology of  learning mendefinisikan belajar sebagai berikut; any relatively permanent change in anorganism’s behaviore repertoire that accurs of experience ( belajar ialah perubahan yang relative menetap yang terjadi dalam segala macam tingkah laku suatu organism sebagai hasil pengalaman )
  • Rebber ( 1989 ) dalam kamusnya Dictionary of psychology membatasi belajar dalam dua depinisi,  pertama  belajar adalah the proses of aquaring knowledge  ( proses memperoleh pengetahuan ) , ke dua belajar adalah a relaatifeky permanent change in a respon potensioly which accur as a result of reinforce practice.

dalam depinisi ini ada 4 macam istilah dan perlu du soroti untuk memahami proses belajer, yang  di antaranya;  1.   relatifely permanent ( yang secara umum menetap )

  1. response potensioly ( kemampuan beraksi )
  2. response. ( ynag di perkuat )
  3. practice ( praktik atau latihan )
  • Bigg ( 1991 ) dala pendahualuan teaching for learning : the view from cognitife, psychology mendefinisikan belajar dfalam tiga rumusan yaitu rumusan kuantatif ( berdasarkan dari jumlah ) ,rumusan institusional  ( kelembagaan ) dan rumusan kualitatif ( Mutu ).
  • M.sobri Sutiko, menuju pendidikan bermutu  ( 2004 ) mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai suatu hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya sendiri.
  • muhamad Surya  ( 1997 ) belajar dapat di artikan sebagai suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan prilaku baru secara keseluruhan sebagai hasil dari sebuah pengalamanitu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan.

dari pemaparan depinisi di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi pada setiap individu – individu yang terjadi pada dirinya dengan pengalamannya sendiri dan dilakukan dengan sadar melalui usaha untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik / lebih maju dari keadaan sebelumnya.

Hakekat dari pembelajaran adalah merupakan segala daya upaya yang dilakukan oleh guru atau pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa.

pembelajaran adalah suatu system atau proses pembelajaran subjek didik / pembelajaran yang direncanakan atau didesain di laksanakan dan dievaluasi secara systematic agar subyek peserta didik/ pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran secara efectif dan efisien. ( depdiknas 2003 )

dan pembelajaran juga merupakan suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari Unsur tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa dan guru.

B. UNSUR – UNSUR BELAJAR.

Cronbach ( 1954 ) dalam Nana Saodih sukmadinata ( 2007 ) mengemukaan beberapa unsure tujuan dalam belajar diantaranya yaitu:

  1. Tujuan.
  2. Kesiapan.
  3. Situasi
  4. Interpretasi ( Hubungan Komponen di atas )
  5. respon.
  6. Konsekwensi.
  7. reaksi dari kegagalan.

C. TUJUAN BELAJAR

Gagne ( 1985 ) menyebutkan ada lima macam hasil belajar sebagai berikut:

  1. keterampilan intelektualatau keterampilan procedural yang mencakup belajar deskriminasi, konsep, prinsip, dan pemecahan masalah, kesemuanya itu diperoleh dari materi yang disampaikan oleh guru.
  2. strategi kognitip. kemampuan untuk memecahkan masalahdengan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan belajar, mengingat dan berpikir.
  3. informasi verbal. kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur denganinformasi.
  4. keterampilan motorik. kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
  5. sikap. kemampuan internal yang mempengaruhi tingkahlaku seseorang didasari oleh emosi, kepercayaan serta factor intelektual.

jadi tujuan belajar menurut M. Sobry S adalah sebagai berukut.

  1. mengumpulkan pengetahuan.
  2. penanaman konsep dan kecekatan.
  3. pembentukan sikap dan perbuatan.

D. PRINSIP – PRINSIP BELAJAR.

ada 8 prinsip yang harus di ketahui sebagai berukut:

  1. belajar harus mempunyai pengalaman dasar.
  2. belajar harus bertujuan dan terarah.
  3. belajar memerlukan situasi yang problematic.
  4. belajar harus memiliki tekad dan kemauan yang keras dan tidak mudah putus asa.
  5. belajar memerlukan bimbingan arahan, serta dorongan iniakan mempermudah dalam penyerapan materi.
  6. belajar memerlukan latihan.
  7. belajar memerlukan methode yang tepat.
  8. belajar membutuhkan waktu dan tempat.

E. TEORI BELAJAR.

1. Teori Gestalt

teori ini di kembangkan oleh Kohler, Koffka, dan Wertheimer, teori ini menekankan keseluruhan, baru kemudian kebagian – bagian. menurut teori ini bahwa pemahaman merupakan inti dari belajar, dengan kata lain belajar yang penting bukan mengulang tetapi mengerti atau memperoleh pemahaman.

Teori Gelstat terdiri dari beberapa perinsip yang diantaranyan sebagai berikut:

  1. belajar berdasrkan keseluruhan.
  2. belajar adalah seatu proses perkembangan.
  3. keseluruhan memberi makna kesebagian – bagian.
  4. anak dapat belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight.
  5. belajar akan memberikan mamfaat apabila di barengi dengan minat, keinginan, dan tujuan.
  6. belajar adalah reorganisasi pengalaman.

pandangan gelstat juga berpengaruh terhadap penafsiran tantan belajar. ada beberapa pokok yang perlu diperhatikan antara lain.

  1. timbulnya kelakuan berkat interaksi antar Individu dan lingkungan dimana factor yang telah dimiliki lebih menonjol.
  2. Individu harus dalam keadaan seimbang dinamis.
  3. mengutamakan segi pemahaman.
  4. menekankan kepada situasi sekarang, dimana individu menemukan dirinya.
  5. yang utama dan pertama adalah keseluruhan.

2. TEORI KONEKSIONISME

teori ini di temukan oleh Thorndike. menurut teori ini belajar adalah proses pembentukan asosiasi antara yang sudah diketahui dengan yang baru , proses belajar mengikuti 3 hukum.

  1. hukum kesiapan.
  2. hukum   latihan
  3. Hukum efek.

hukum – hukum yang  yang dikemukakan oleh thorndike itu lebih di lengkapi dengan prisip-prinsip sebagai berikut:

  1. siswa harus mampu membuat jawaban terhadap berbagi stimulus.
  2. siswa di bombing atau diarahkan terhadap hal-hal yang lebih penting.
  3. suatu jawaban dapat di digunakan untuk jawaban yang lain, thordike menamakanya dengan “ perubahan Asosiatif”
  4. siswa dapat bereaksi secara selektif tehadap factor – factor yang esensial dalam situasi itu.

3 TEORI R. GAGNE.

belajar menurut gagne adalah bahwa belajar bukan merupakan hal yang ilmiah tetapi  hanya akan terjadi dengan adanya kondisi – kondisi tertentu. yaitu;

  1. Internal. menyangkut kesiapan siswa terhadap apa yang telah dipelajari sebelumnya.
  2. eksternal. situasi belajar dan dan cara penyajian yang di atur oleh  Guru dengan tujuanuntuk memperlancar proses belajar.

4. TEORI PIAGET

teori ini di kembangkan  oleh piaget,

PSIKOLOGI MARAH

  1. a. Pengertian marah

Secara bahasa pengertian marah seperti di tulis dalam kitab Aafaatun “Alath-thariq jarya sayyid muhammad nuh ( 1993 ) marah dapat diartikan sebagai berikut:

  • Marah berarti tidak rela terhadap sesuatu dan iri dari sesuatu. “ hilaba ‘alaihi ghadaban wamagdhabatan”.
  • Menggigit sesuatu. “Ghodibat al-khailu ‘alal lujami” yang artinya kuda menggigit besi kendali.
  • Memberengut, “naqatun ghadub, imra’atun ghadub”. Artinya unta itu membrengut, wanita itu muram
  • Bengkak di sekitar sesuatu. “ ghadibat ‘ainuhu waghudibat”. Artinya bengkak disekitar mata.
  • Kemurungan dalam hal pergaulan dan perilaku. ‘Hadza ghudhabi”. Artinya murung dalam pegaulan dan perilakunya.

v  Penghalang yang terbuat dari kulit unta, yang biasa dipakai untuk berperang, “Al-ghadabah”.

Menurut istilah, marah adalah perubahab internal atau emosional yang menimbulkan penyerangan dan penyiksaan guna mengobati apa yang ada di dalam hati. Peubahan yang keras di sebut “ al Ghaizh” sebaai kemarahan yang hebat.

Marah merupakan kekuatan setan yang disimpa oleh Allah swt didalam diri manusia. Al Ghszali (Najar,2001 ) mengatakan adanya marah didalam didirinya manusia untuk menjaga dari kerusakan dan untuk menolakkehancuran.

Al-jurjani (2001) menjelaskan marah adalah perbuatan yang terjadi pada waktu mendidihnyadarah didalam hati untuk memperoleh kepuasan apa yang terdapat didalam dada. Sedangkan Imam nawawi mendefinisikan marah dari perspektif ilmu tassawuf, sebagai tekanan nafsu dari hati yang menalirkan darahpada bagian wajahyang menimbulkan kebencian pada diri seseorang.

Dalam pandangan ilmu psokologi manusia adalah makhluk yang mempunyai emosi seperti di jelaskan oleh william james (gie 1999) emosi adalah keadaan jiwa yang menampakan diri dengan sesuatu perubahan yang jelas pada tubuh (the state of mind that manifest it self by a perceptible change in the body).

Emosi manusia dapat dibedakan dalam dua macam: pertama emosi yang halus, misalnya kasih sayang, kedua emosi yang kasar seperti marah , ini akan menghambat dalam mencapai kesuksesan.

Charles rycroft (1979) memberikan definisi marah sebagai suatu reaksi emosional kuat yang didatangkan oleh ancaman, campur tangan, serangan kata-kata, penyerangan jelas, atau frustasi dan dicirikan dengan reaksi gawat dari sistem syaraf yang bebas dengan balasa-balasan serangan atau tersembunyi.

Chaplin (1998) dalam dictionary of psychology, bahwa marah adalah reaksi emosional akut yang timbul kareana sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancman, agresi lahiriyah, pengekangandiri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustasi dan dicirikan kuat oleh reaksi pada sistem otomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian simpatetik, dan secara emplisit disebabkan oleh reaksi seragam, baik baik yang bersifat somatis atau jasmaniyah maupun yang verbal atau lisan.

DAVIDOFF (1991) mendefinisikan marah sebagai suatu emosi yang mempunyai ciri aktivitas sistem sistem syaraf simpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat disebabkan adanya kesalahan. Stuart dan sundeen (1987) memberikan pengertianmengenai marah adalah perasaan jengkel yang timbul sebagai respon terhadap kecemasan yang dirasakan sebagai ancaman.

Maxwell maltz (1977) marah adalah frustasi, suatu jenis frustasi yang meledak dimana seseorang mengubah suatu perasaan terluka yang fasif menjadi menjadi suatu tindakan penghancur disengaja yang aktif.

B.  Macam-macam dan tingkatan marah

Menurut imam al ghojali bahwa banyak tingkatan dalam kemarahan, seperti lekas marah sekali, cepat marah dan cepat tenangnya, lambat marah namun lambat cepat habis marahnya.

Gymnastiar (2002) menjelaskan mengenai marah yang yang di ungkapka oleh imam al ghazali, yang ternyaa orang itu dapa dikelompokan dalam empat golongan sebagai berikut;

  • Orang yang lamabat marah dan lambat reda dan lama bermusuhanya.
  • Cepat marah dan lambat redanya
  • Cepa marah dan cepat redanya
  • Lambat marah dan lamba redanya.

v  Mengenai tingkatan marah , manusia dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu, berlebih-lebihan, biasa-biasa saja dan berkekuranga,

C. RESFON DAN PROSES KEMARAHAN

Kemarahan atau tidak setuju yang dinyatakan atau diungkapkan tanpa menyakiti orang lain akan memberikan kegelapan pada individu dan akan menimbulkan masalah, frustasi adalah respon yang terjadi akibat gagalnya mencapai tujuan yang tidak relistis atau hambatan dalam proses pencapaian tujuan. Agrasif adalah prilaku yang menyertai marah dan merupakan dorongan untuk bertindak dalam bentuk destruktif dan masih terkontrol. Ngamuk juga merupakan perasaan marah dan permusuhan yang kuat disertai kehilangan kontrol.

Adapun proses respons terhadap kemarahan dapat diungkap melalui tiga cara, yang pertama mengungkap secara perbal, kedua, menekan, ketiga, menentang.

D. CIRI-CIRI MARAH

  • Asfek biologi,respon fisiologis timbul karena kegiatan sistem syaraf otonam bereaksi terhadap sekresi epinerpin sehingga tekanan darah meningkat, takidarki ( frekuensi denyut jantung meningkat ) wajah memerah, pupil membengkak, frekuensi pembuangan urin meningkat.
  • Asfek emosional, merasa tidak berdaya, putus asa, frustasi, ngamuk, ingin berkelahi, dendam, bermusuhan, sakit hati, menyalahkan dan menuntut. Prilakunya selalu ingin menarik perhatian orang lain, membuat kegaduhan, kebakaran,melarikan diri, mencuri dan penyimpangan seksual.
  • Asfek intelektual, akan terus mencair penyebab kemarahannya
  • Asfek sosial, meliputi inter aksi sosial, budaya, konsep percaya dan ketergantungan, emosi marah akan menimbulkan kemarahan orang lain serta penolakan dari orang lain.
  • Asfek spiritual, keyakinan, nilai dan moral mempengaruhi terhadap ungkapan lingkungan dengan tidak mempedulikan moral. Hamzah ( 2001 ) juga menjabarkan terhadap ciri-ciri orang yang sedang marah, yaitu:
  1. a. Ciri pada wajah, berupa perubahan pada kulit menjadi warna kuning pucat, tubuh bergetar keras, timbul buih pada sudut mulut, bola mata mmerah, hidung kembung kempis gerakan tidak terkendali.
  2. b. Ciri pada lidah, meluncurnya makian, celaan, kata-kata yang menyakitakan, dn ucapan-ucapan yang keji yang membuat orang yang berakal sehat merasa risih untuk mendengarkanya.
  3. c. Ciri pada anggota tubuh. Timbulnya keinginan untuk memeukul, melukai, merobek, bahkan membunuh.
  4. d. Ciri pada hati, didalam hati akan timbul rasa kebencian, dendam, dan dengki, menyembunyikan keburukan, merasa gembiradalam dukanya. Dan merasa sedih atas gembiranya, memutuskan hubungan dan menjelek-jelekanya.

Nuh ( 1993 ) menjelaskan secara gamblang beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat apabila seseorang marah, diantaranya:

–       Membesarnya pembuluh darah urat leher serta memerahnya wajah .

–       Merengut dan mengerutkan wajah

–       Permusuhan kepihak lain

–       Membalas permusuhan orang lain

E. PENYEBAB MARAH

ada beberapa penyebab dari kemarahan yaitu :

  1. 1. Faktor Fisik
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Adanya zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan marah, seperti kurangnya zat asamdi otak.
  • Hormon kelamin, seperti pada waktu menstruasi pada wanita
  1. 2. Faktor psikis
  • Rendah hati, menilai dirinya selalu merasa dirinya rendah dari yang sebenarnya.
  • Sombong, menilai dirinya melebihi dari yang sebenarnya
  • Egoistis, akan selalu mementingkan diri sendiri

Menurut Nuh, Hamzah, Hawwa ( 1993) berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kemarahan yaitu :

ü  Lingkungan,

ü  Pertengkaran dan perdebatan

ü  Senda gurau dengan cara yang batil

ü  Memusuhi orang lain dengan segala cara

ü  Congkak dan sombong di muka bumi yanpa hak

ü  Lupa mengendalikan diri

ü  Orang lain tidak melaksanakan kewajibannya kepada sipemarah

ü  Penjelasan orang lain terhadap aibnya

ü  Mengingat permusuhan dan dendam lama

ü  Lalai terhadap akibat ditimbulkan oleh marah.

F. BAHAYA-BAHAYA MARAH

Ada beberapa akibat yang ditimbulakan dari marah, yang bisa mambahayakan diantaranya:

Pendekatan Agama

Allah swt berfirman, “ ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati merka kesombongan ( yaitu ) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada rosul nya. Dan kepada….” ( QS. Al-Fath:26). Ayat diatas merupakan penjelasan mengenao celaan terhadap oeng-orang kafir karena menampakan pembelaanya yang terbit dari amarah dalam kebatialan dan fanatismesebaliknya memuji orang0orang yang beriman dengan nikmat ketenangan yang diturunkan-nya kepada mereka.

  1. 1. Membahayakan tubuh

Dalam keadaan marah darah bergejolak dan akan naik ke rongga kepala yang bisa memerahkan wajah dan kedua mata, dan jika berulang-ulang ini akan mengakibatkan hipertensi, bahkan bisa menimbulkan terpecahnya pembuluh darah serta bisa menyebabkan kelumpuhan.

  1. 2. Menodai Agama

Untuk menumpahkan kekesalan orang marah suka mengumpat orang, dan melecehkan kehormatanya, merampas hartanya bahkan menumpahkan darahya.

  1. 3. Tidak mampu mengendalikan diri

Pada saat marah akal seolah-olah tertutup dan terhalang, maka manusia menjadi tidak mampu untuk mengendalikan diri.

  1. 4. Terjerumus kedalam dalih yang hina

Orang marah suka melakukan apa ayng tidak diketahui dan tidak didasarinya. Nabi Muhammad saw melarang pelaksanaan setiap perkara yang menjerumuskan kedalam alasan yang hina, sabda beliau, “ Jauhkanlah dirimu dari setiap perkara yan menuntut pemberian alasan”.

  1. 5. Azab yang keras

Amarah akan menimbulkan banyak kesalahan serta membawa seseorang terjerumus kedakam berbagai kemaksiatan dan keburukan, maka ia akan mendapatkan azab yang berat baik di dunia maupun di akhirat.

Nuh ( 1993 ) lebih spesifik mengingatkan bahayanya amarah terhadap aktivitas islam. Pertama, minimnya pembelaan dan pendukung. kedua, berpecah belah dan bercerai berai. Ketiga, lamanya perjalanan dan beratnya beban.

Pendekatan Psikologi

Gie ( 1999 ) mengatakan bahwa “amarah merupakan suatu reaksi emosional yang terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari seseorang”. Sesungguhnya ragam emosi yang kasar dapat di singkirkan dan sekurang-kurangnya dapat dikendalikan. Sehingga tidak dapat menimbulkan bahaya yang lebih parah  yang ditimbulkan dari amarah tersebut.

  1. 1. Bahaya fisiologi

Amarah dan kekecewaa yang terjadi akan mempengaruhi kesehatan seseorang. Hal tersebut akan menimbulkan hipertensi, stres, depresi, maag, gangguan pungsi jantung, insomnia kelelahan, bahkan serangan jantung. Bahkan amarah seorang ibu yang sedang menyusui dapat mengakibatkan peracunan yang berbahaya didalam air susunya.

Mardin ( 1990 ) mereka yang memiliki mental lemah harus menyadari bahwa beberpa kekecewaan dapat mengorbankan hidupnya. Mereka mungkin tidak mengetahui, ternyata banyak manusia akibat dari marah yang berlebihan sehingga ia mati karena serangan jantung. Amarah juga bisa menyababkan berkurangnya nafsu makan, serta terganggunya otot dan saraf selam berjam-jam bahkan berhari-hari.

  1. 2. Bahaya psikologi

Secara psikologis amarah dapat membahayakan terhadap manusia kareana akan berimfikasi negatif, amarah juga bisa merusak pola pemikiran menjadi lebih pendek, bahkan dengan marah bisa memutuskan cinta kasih seseorang.

  1. 3. Bahaya sosial

Watak pemarah akan mengakibatkan terjadinya disharmonis, seperti putusnya jalinan cinta kasih, putusnya persahabatan, kehilangan pekerjaan, terkena hukuman pedana, bahkan dengan permusuhan bisa menimbulkan penganiayaan dan pembunuhan.

G. KEUTAMAAN MENAHAN MARAH

v nasihat dan contoh dari rosulullahsaw.

Allah swt berfirman “ dan orang – orang yang menahan amarahnya dan memanfaatkan ( kesalahanya ) orang..’ ( QS. Al imran 134 ) allah menyebutkanya melalu ayat ini dengan kontek pujian dan sanjungan , Rosulullah bersabda, “siapa yang mengekang amarahnya niscaya allah menerima alasanya. Dan barang siapa yang menjaga lidahya, niscaya allah akan menutup auratnya” ( H.R. Thabrani )

v Nasihat dan contoh dari para sahabat rosulullah.

Seperti perkataan lukmanul hakim as yang bekata kepada putranya” wahai anaku, jangan sampai hilang mukamu dengan meminta-minta, jangan engkau lampiaskan marahmu dengan menjelekan namamu, kenalilah dirimu; tentu akan berguna untukmu dalam hidupmu”. Ayub as berkata, “ bersikaf santun akan menolak banyak keburukan”.

H. TERAPI AMARAH

a. terapi agama

Al quran mengingatkan kita untuk selalu mengendalikan amarah, karena dengan marah pemikiran kita akan macet dan kehilangan kemampuan penilan yang benar. Menurut Najati dan Said hawa, pertama pengendalian amarah mempunyai beberapa manfaat yaitu, memelihara kemampuan berpikir manusia dan pengambilan keputusan yang benar. Kedua, memelihara keseimbangan fisik manusia, ketiga pengendalian marah dan tindakan tidak musuhi orang lain. Ke empat, pengendalian emosi juga akan bermanfaat untuk kesehatan.

Hasan ( ( 2002 ) ada dua lah mendasr yang harus dilakukan untuk menangguklangi amarah yaitu:

–       Membelaki diri dengan seperangkat pengetahuan yang membaas tenatang bahaya amarah dan dampaknya serta pengetahuan keutamaan bagi mereaka yangdapat mengendalikan dari gejolak marah.

–       Memohon perlindungan diri Allah swt sebagai mana yang diajarkan Rasulullah saw. Dengan membaca doa allohumma robba nabiyyi muhammadinighfirly dzanbi wa adzhib ghoiho qolbi wa qiini min mudhilat finah.

Selain itu juga Gymnastiar (2004) dalam bukunya “mengatsi penyakit hati” memberikan solusi dalam mengendalikan amarah, caranya;

  • kita harus menanamkan tekad di dalam diri untuk tidak akan marah.
  • Saat marah datang, maka bersegeralah memohon perlindungan kepada Allah swt dari godaan setan yang akan menjerumuskan.

Sayyid M.nuh (1993) merumuskan tentang cara menatasi marah, yaitu;

  • mewaspadai dampak dari marahbaik bagi dir maupun orang lain
  • semaksimalkan berusaha membersihkan lingkunga
  • mengobati penyakit perengkaran dan perdebatan dan penyakit bersenda gurau
  • menghilangkan permusuhan dengan orang lain
  • membebaskan diri dari kecongkakan dan kesombongan di muka bumi.
  • umat wajib memberikan nasihat kepada orang yang pemarah.
  • menempatkan orang sesuai dengan kedudukanya.
  • tidak mengobarkan permusuhan kembali.
  1. b. Terapi Psikologi

Banyak terapi yang disuguhkan oleh para ahli psikologi yang berkenaan untuk menanggulangi kemarahan yang diantaranya dikemukakan oleh ahli psikosibernetika Maxwell maltz ( 1980 ) menyarankan tiga langkah untuk menceah kemarahan

1.  Pandanglah cermin lihat wajah sendiri yang sedang marah dan eksperikan bagai mana kelihatanya.

2.  Hilangkan energi yang meledak itu dalam suatu aktifitas

3.  Menulisnya surat yang keji denga kata-kata kasar sebagaimana layaknya kita marah.

Wayne Dyer ( 1977 ) mengemukakan sejumlah strategi untuk mengatasi kemarahan pada berbagai situasi yang mencakup 18 cara, yaitu;

  1. Selalu mengingatkan diri bahwa tidak perlu marah.
  2. Berusaha menunda kemarahan selama 15 detik 30 detik dan seterusnya
  3. Apabila sedang mengajari anak diperlukan kemarahan yang berpura-pura
  4. Tidak perlu marah terhadap yang tidak disukai
  5. Kita harus sadar bahwa orang lain berhak apa yang disukainya, dan kita tak perlu memarahinya
  6. Selalu meminta orang lain untuk selalu menasihati kita.
  7. Mempunyai buku catatan kemarahan.
  8. Mau mengumumkan bahwa anda telah  marah.
  9. Untuk menetrralisir dekatkanlah diri anda dengan yang dicintai

10. Apabila setelah tenang bicarakan dengan orang yang anda marahi

11. Gemboskan kemarahan anda pada detik pertama kemarahaan anda.

12. Anda perlu ingat bahwa 50% orang tidak akan suka terhadap keputusan anda, jadi anda tidak perlu marah

13. Mau menceritakan kemarahanya kepada orang lain

14. Singkirkan pengharapan-pengaharapan kepada orang lain yang anda miliki

15. Ingatkanlah diri anda bahwa anak-anak akan selalu aktif dan berisik jadi tidak perlu marah karena itu.

16. Cintilah diri anda sendiri

17. Dalam kemacetan lalulintas anda selalu mengecek seberapa lama anda tiidak marah.

18. Daripada anda menjadi budak emosional lebih baik anda berpikir untuk membuatnya sebagai suatu tantangan untuk merubahnya.

  1. c. Terafi relaksasi

Burn dalam Utami :2002 mengatakan beberapa hasil dari reelaksasi  diantaranya:

  1. Dengan relaksasi anda akan terhindar dari reaksi yang berlebihan karena adanya stress.
  2. Masalah-masalah yang berkaitan dengan stress seperti, hipertensi, sakit kepala, imsomnia, dapat dikurangi dengan cara rileksasi.
  3. Dapat mengurangi tingkat kecemasan.
  4. Mengurangi gangguan yang bergubungan dengan stress
  5. Penelitian menunjukan bahwa perilaku tertentu dapat lebih sering selama periode stress.

Macam-macam relaksasi

  1. a. Relaksasi otot

–       Relaxation via tension- relakation

–       Relaxation via letting go

–       Differential relaxation

  1. b. Relaksasi kesadaran indra
  2. c. Relaksasi melalui hipnose, yoga dan meditasi

–       Mengendorkan urat leher

–       Mengendorkan urat lengan

–       Memejamkan mata

–       Menyibukan diri

–       Memeriksa kepalan tangan

–       Melatih pernafasan

–       Berbicaa dengan tenang

–       Berusaha terbuka dengan teman yang amanah